Senin, 31 Maret 2014

DEMOKRASI INDONESIA MAU DIBAWA KEMANA

DEMOKRASI DI INDONESIA MAU DIBAWA KEMANA
















Nama                         : Ginanjar Adi S                   (13212166)
Kelas                          : 2EA06
Dosen                         : Emilianshah Banowo
Mata Kuliah                : Pendidikan Kewarganegaraan







KATA PENGANTAR


 Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah “Demokrasi di Indonesia mau dibawa kemana?”. Saya berterima kasih pada Bapak Emilianshah Banowo selaku Dosen mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang telah memberikan tugas ini kepada saya.

     
Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Pengertian mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia mau dibawa kemana.

     
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.


Jakarta, 31 Maret 2014



Penyusun






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………….……..2
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………….3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG ……………………………………………………………….……4
1.2 RUMUSAN MASALAH..……………………………………………………………….. 4
1.3 TUJUAN PENULISAN MAKALAH……………………………………………………..4
1.4 METODE MAKALAH……………………………………………………………………4
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 A DEMOKRASI DI INDONESIA MAU DIBAWA KEMANA………………………5-7
BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN ………………………………………………………………………….8











BAB I
PENDAHULUAN


1.1              Latar belakang masalah

Didalam praktek kehidupan kenegaraan sejak masa awal kemerdekaan hingga saat ini, ternyata paham demokrasi perwakilan yang dijalankan di Indonesia terdiri dari beberapa demokrasi perwakilan yang saling berbeda satu dengan lainnya.


1.2              Rumusan dan batasan masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka rumusan masalahnya adalah :
  Demokrasi di Indonesia yang mengalami pasang surut sehingga menimbulkan   pemikiran negative di masyarakat terhadap demokrasi di Indonesia.
Demokrasi yang hanya mementingkan hak saja tanpa mempertanggung jawabkan kewajibannya.
Pengetahuan yang kurang terhadap demokrasi Indonesia pada masyarakat di Indonesia.


1.3              Tujuan penulisan makalah

Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah pendidikan kewarganegaraan tentang demokrasi di Indonesia serta untuk wawasan dan ilmu kami tentang perkembangan demokrasi di Indonesia dan demokrasi di Indonesia, mau dibawa kemana?


1.4              Metode makalah

Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini yaitu dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber buku dan browsing di internet serta juga dengan pengalaman yang ada di Indonesia dan yang saya lihat pada saat ini.














BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Pembahasan makalah

2.1 A.  Demokrasi di Indonesia mau dibawa kemana?

Melihat perkembangan sejarah Indonesia dari masa ke masapenjajahan, seperti yang kita ketahui orde di Indonesia terbagi menjadi 3 bagian, yakni orde lama, orde baru dan sekarang orde yang paling baru. Demokrasi di Indonesia terus mengalami peningkatan yang positif. Dulu, pada masa penjajahan demokrasi di Indonesia tentu tidak berjalan baik, rakyat tertindas, sulit untuk mengaspirasikan diri untuk berdemokrasi, hamper segala yang ada di Indonesia itu telah di monopoli oleh penjajah, baik pada masa penjajahan belanda maupun pada masa penjajahan jepang. Ini bisa dimaklumi, karena Negara kita pernah dijajah. Solusinya pada masa penjajahan rakyat harus memaksakan diri untuk mengangkat demokrasinya sendiri, yaitu melawan para penjajah, demi kemerdekaan bangsa n Negara Indonesia.
Periode selanjutnya, yaitu pada masa jaman kepemimpinan era presiden pertama bung karno, yang di sebut juga dengan orde lama. Pada masa ini tentu demokrasi di Indonesia jauh lebih baik. Karena Indonesia baru saja merdeka. Meskipun juga belum sepenuhnya bebas dari penjajahan demokrasi.mungkin juga karena kepemimpinan presiden pertama membuat cerita demokrasi pada masa kepemimpinan beliau tidak begitu popular ,dan malah yang popular pada saat itu adalah timbulnya komunitas atau perhimpunan rakyat.
Pada masa orde baru yaitu pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto masih juga demokrasi masih kurang baik, meskipun sudah mengalami peningkatan dari masa yang sebelumnya. Pemerintahan Presiden Soeharto masih otoriter dan memonopoli rakyat. Banyak contohnya dalam pelaksanaan pemilu presiden dan perangkat bawahnya atau para menterinya. Masyarakat sangatlah sulit untuk menentukan partai pilihannyasendiri. Karena sudah pasti pada masa pemerintahannya pemenangnya adalah dari partai golkar, yaitu partai Presiden Soeharto. Sehingga bapak Soeharto dapat berkuasa menjadi preseiden selama kurang lebih 32 tahun. Tetapi walau demokrasi di Indonesia tidak sepenuhnya berjalan dengan sepenuhnya, Indonesia terasa aman. Tindakan kejahatan dan aksi anarkis tidak popular seperti sekarang ini. Mungkin karena otoritas presiden yang membuat apresiasi para penjahat (tindakan criminal) tidak terdukung sepenuhnya atau tidak banyak celah buat para penjahat.
Kemudian sekarang, orde yang paling baru dari semua orde. Sejak terjadinya reformasi besar-besaran di negeri ini, yang dimulai dengan lengser paksanya Presiden Soeharto oleh rakyat Indonesia. Demokrasi berjalan lebih baik lagi dengan sangat cepat. Bahkan terlihat sangat berlebihan sekali. Keamanan di negeri ini tidak sangat aman dari orde yang sebelumnya. Mungkin karena demokrasi sekarang sangatlah subur, yaitu masyrakat bebas untuk menyatakan pendapat yang sangat gampang pada orde sekarang,. Bensin naik, demo, kebutuhan bahan bakupokok atau sembako naik, ada yang korupsi demo, ada artis yang membuat video asusila demo, pembuatan RUU pornografi demo, ada peraturan yang salah demo, mudahnya demo di negeri ini. Begitu juga dengan pemilihan umum. Masyarakat bebas menyuarakan pendapat, justru mudah di politisasi. Masyarakat sangat jelas terlihat, bahwa mereka tidak peduli dengan apapun, yang penting untung, dapat uang. Dan mendapatkan uang menjadi penguasa di negeri ini. Dengan uang apapun bisa didapatkan. Hamper mencakup segalanya, uang dapat membeli apapun atau bisa dilakukan dengan uang bial di negeri ini. Suap menyuap sudah biasa di negeri ini, karena suap menyuap itu sudah menjadi kebiasaan di negeri ini. Kemudian, tindakan kejahatan juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Mungkin karena demokrasi kita sekarang sangatlah bebas yang membuat masyarakat menjadi lebih leluasa melakukan berbagai hal kejahatan. Dan masyarakat juga bebas memilih menjadi orang yang baik ataupun orang jahat, serta pemahaman masyarakat, menjadi orang jahat adalah pilihan yang lebih mudah di bandingkan dengan menjadi orang yang baik. Karena menjadi orang jahat lebih banyak/cepat menghasilkan uang dari pada melakukan hal/perbuatan baik. Padahal kenyataannya, melakukan tindakan kejahatan jauh lebih banyak resikonya, selain merugikan orang lain, mereka yang melakukan tindakan kejahatan  terancam nyawanya, karena mudahnya masyarakat untuk bermain hakim sendiri. Dan biasanya mereka yang melakukan tindakan dengan uang akan aman juga dengan uang. Karena dari golongan masyarakat yang paling kecil sampai yang paling besar pun sudah saling sogok/suap dengan menggunakan uang. Karena di Negara kita (Indonesia) uang sangatlah berkuasa.

Solusi untuk menghadapi situasi ini adalah kembali ke demokrasi pancasila.  Lebih spesifiknya, menjadi pribadi yang baik dimanapuin dan kapanpun kita berada. Kepada tuhan, jadilah hamba yang beriman serta bertaqwa kepadanya. Dalam kehidupan sehari-hari, jadilah pribadi yang baik, yang menghargai dan menghormati sesame karena dimana tuhan semua manusia derajatnya sama, tumbuhkan rasa cinta kita kepada apapun yang kita lakukan dan akan kita lakukan nanti. Kita harus selalu melihat diri kita. Kita harus selalu intropeksi diri dalam setiap kesempatan, kita harus sadar dengan apa yang kita miliki. Banyak orang (saya khususkan pada pencari kerja, khususnya untuk para sarjana) yang mengininkan gaji yang tinggi, akan tetapi tidak memiliki keseimbangan antara skill dengan pendapatan. Padahal pendapatan (gaji) selalu sejajar dengan kemampuan atau skill. Mereka masih saja mencari gaji yang tinggi, tetapi tidak meningkatkan skill. Lebih buruknya lagi mereka tidak sadar dengan hal tersebut (gaji sejajar dengan skill). Sehingga banyak sarjana dan yang lainnya, menjadi pengangguran. Itu di sebabkan, karena kita terbiasa melihat segala sesuatu dari hasil, bukan proses. Kita terbiasa melihat sesuatu ke level yang lebih tinggi bukan bersyukur karena kita masih berada diatas level yang ada dibawah kita. Kalau saja kita, sadar diri, cinta kepada diri kita sendiri, cinta kepada pekerjaan kita, cinta kepada sesama dan selalu bersikap positive thingking Negara ini akan berejalan dengan tentram, aman, dan damai. Menjadi pribadi yang baik memang sulit dan bahkan susah bila tidak ada niat dari dalam diri kita sendiri, karena memang suatu perubahan itu menyangkut pribadi orang itu tersebut atau masyarakatnya masing-masing. Dan tidak mungkin semua orang menjadi baik. Pasti layaknya ying dan yang. Biasanya menjadi pribadi yang baik memang sangat sulit tetapi, kita tidak perlu terus menerus memikirkan menjadi pribadi yang baik memang susah, mulai saja dengan bertindak baik di mulai dari detik ini, mulailah dari diri sendiri dulu. Taburkan cinta (kebaikan) pad a apapun kita lakukan, dan kita akan memanen feedback dari apa yang kita tabor. Jadikan menjadi orang baik saja adalah suatu rizki. Pada dasarnya, semua orang memiliki jiwa yang bai, seorang penjahat tidak akan berdiam diri jika apa yang di sayanginya terancam. Intinya adalah cinta, cinta kepada tuhan, cinta kepada diri sendiri, cinta kepada sesame dan cinta kepada alam. Dan mulailah lakukan sekarang juga mulai awali detik ini dengan kebaikan.













































BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan

Untuk menghadapi tantangan dan mengelola harapan agar menjadi kenyataan dibutuhkan kerjasama antar kelompok dan partai politik agar demokrasi bisa berkembang kea rah yang lebih baik. Negara yang kuat seperti amerika.



Senin, 18 November 2013

Pembangunan koperasi di negara berkembang

Kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan koperasi di negara berkembang adalah sebagai berikut :
a) Sering koperasi hanya dianggap sebagai organisasi swadaya yang otonom partisipatif dan demokratis dari rakyat kecil (kelas bawah) seperti petani, pengrajin, pedagang dan pekerja/buruh
b) Disamping itu ada berbagai pendapat yang berbeda dan diskusi-diskusi yang controversial mengenai keberhasilan dan kegagalan seta dampak koperasi terhadapa proses pembangunan ekonomi social di negara-negara dunia ketiga (sedang berkembang) merupakan alas an yang mendesak untuk mengadakan perbaikan tatacara evaluasi atas organisasi-organisasi swadaya koperasi.
c) Kriteria ( tolok ukur) yang dipergunakan untuk mengevaluasi koperasi seperti perkembangan anggota, dan hasil penjualan koperasi kepada anggota, pangsa pasar penjualan koperasi, modal penyertaan para anggota, cadangan SHU, rabat dan sebagainya, telah dan masih sering digunakan sebagai indikator mengenai efisiensi koperasi.
Konsepsi mengenai sponsor pemerintah dalam perkembangan koperasi yang otonom dalam bentuk model tiga tahap, yaitu :
a) Tahap pertama : Offisialisasi
Mendukung perintisan pembentukan Organisasi Koperasi.
Tujuan utama selama tahap ini adalah merintis pembentukan koperasi dari perusahaan koperasi, menurut ukuran, struktur dan kemampuan manajemennya,cukup mampu melayani kepentingan para anggotanya secara efisien dengan menawarkan barang dan jasa yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhannya dengan harapan agar dalam jangka panjang mampu dipenuhi sendiri oleh organisasi koperasi yang otonom.
Terdapat 2 jenis kebijakan dan program yang berkaitan dengan pengkoperasian, yaitu :
1. Kebijakan dan program pendukung yang diarahkan pada perintisan dan pembentukan organisasi koperasi, kebijakan dan program ini dapat dibedakan pula, atas kebijakan dan program khusus misalnya untuk :
- Membangkitkan motivasi, mendidik dan melatih para anggota dan para anggota pengurus kelompok koperasi.
- Membentuk perusahaan koperasi ( termasuk latihan bagi para manager dan karyawan)
- Menciptakan struktur organisasi koperasi primer yang memadai ( termasuk sistem kontribusi dan insentif, serta pengaturan distribusi potensi yang tersedia) dan,
- Membangun sistem keterpaduan antar lembaga koperasi sekunder dan tersier yang memadai.
2. Kebijakan dan program diarahkan untuk mendukung perekonomian para anggota, masing-masing, dan yang dilaksanakan melalui koperasi terutama perusahaan koperasi yang berperan seperti organisasi-organisasi pembangunan lainnya.
b) Tahap kedua : De Offisialisasi
Melepaskan koperasi dari ketergantungannya pada sponsor dan pengawasan teknis, Manajemen dan keuangan secara langsung dari organisasi yand dikendalikan oleh Negara.
Tujuan utama dari tahap ini adalah mendukung perkembangan sendiri koperasi ketingkat kemandirian dan otonomi artinya, bantuan, bimbingan dan pengawasan atau pengendalian langsung harus dikurangi.
Kelemahan-kelemahan dalam penerapan kebijakan dan program yang mensponsori pengembangan koperasi :
1) Untuk membangkitkan motivasi para petani agar menjadi anggota koperasi desa, ditumbuhkan harapan-harapan yang tidak realistis pada kerjasama dalam koperasi bagi para anggota dan diberikan janji-janji mengenai perlakuan istimewa melalui pemberian bantuan pemerintah.
2) Selama proses pembentukan koperasi persyaratan dan kriteria yang yang mendasari pembentukan kelompok-kelompok koperasi yang kuatdan, efisien, dan perusahaan koperasi yang mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya secara otonom, tidak mendapat pertimbangan yang cukup.
3) Karena alas an-alasan administrative, kegiatan pemerintah seringkali dipusatkan pada pembentukan perusahaan koperasi, dan mengabaikan penyuluhan, pendidikan dan latihan para naggota, anggota pengurus dan manajer yang dinamis, dan terutama mengabaikan pula strategi-strategi yang mendukung perkembangan sendiri atas dasar keikutsertaan anggota koperasi.
4) Koperasi telah dibebani dengan tugas-tugas untuk menyediakan berbagai jenis jasa bagi para anggotanya (misalnya kredit), sekalipun langkah-langkah yang diperlukan dan bersifat melengkapi belum dilakukan oleh badan pemerintah yang bersangkutan (misalnya penyuluhan)
5) Koperasi telah diserahi tugas, atau ditugaskan untuk menangani program pemerintah, walaupun perusahaan koperasi tersebut belum memiliki kemampuan yang diperlukan bagi keberhasilan pelaksanaan tugas dan program itu
6) Tujuan dan kegiatan perusahaan koperasi (yang secara administratif dipengaruhi oleh instansi dan pegawai pemerintah) tidak cukup mempertimbangkan, atau bahkan bertentangan dengan, kepentingan dan kebutuhan subyektif yang mendesak, dan tujuan-tujuan yang berorientasi pada pembangunan para individu dan kelompok anggota.
Secara singkat dapat dibedakan tiga tipe konflik tujuan yang satu sama lain tidak cukup serasi, yaitu :
a. Koperasi serba usaha yang diarahkan untuk melaksanakan membawa pengaruh negatif terhadap kepentingan anggota atau fungsi-fungsi yang merupakan tugas instansi pemerintah, yang terhadap loyalitas hubungan antara anggota dan manajer
b. Perusahaan koperasi diarahkan bertentangan dengan kepentngan paraanggota untuk menjual hasil produksi para anggota engan harga yang lebih rendah dari harga pasar sebagai satu bentuk sumbangan terhadap stabilisasi harga secara umum.
c. Mungkin terkandung maksud atau asumsi bahwa perusahaan koperasi dapat meningkatkan kepentingan yang nyata atau sesungguhnya dari para anggota dan merangsang perubahan sosial ekonomi itu,tidak dipertimbangkan secara matang keadaan nyata dari para petani kecil yang menjadi anggota, struktur lahan dan pola produksi mereka, kebutuhan dan tujuan mereka.
Perkembangan koperasi sebagai Organisasi mandiri yang otonom
Setelah berhasil mencapai tingkat swadaya dan otonom, koperasi-koperasi yang sebelumnya disponsori oleh Negara dan mengembangkan dirinya sebagai organisasi swadaya koperasi bekerja sama dan didukung oleh lembaga-lembaga koperasi sekunder dan tersier.

http://banizamzami.blogspot.com/2009/11/perkembangan-koperasi-di-negara.html

Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat dari Sisi Perusahaan


1. Efisiensi Perusahaan Koperasi
Tidak dapat di pungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya di landasi oleh fikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
2. Efektivitas Koperasi
v    Efektivitas adalah pencapaian target output yang di ukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sungguhnya (Os), jika Os > Oa di sebut efektif.
v     Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :
EvK = Realisasi SHUk + Realisasi MEL
Anggaran SHUk + Anggaran MEL = Jika EvK >1, berarti efektif
3. Produktivitas Koperasi
v     Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>1) di sebut produktif. Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi
PPK = SHUk x 100 % (1) Modal koperasi
PPK = Laba bersih dr usaha dgn non anggota x 100% (2) Modal koperasi
a)      Setiap Rp.1,00 Modal koperasi menghasilkan SHU sebesar Rp…..
b)      Setiap Rp.1,00 modal koperasi menghasilkan laba bersih dari usaha dengan non anggota sebesar Rp….
4. Analisis Laporan Koperasi
Laporan keuangan koperasi merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi. Laporan Keuangan Koperasi berisi
(1) Neraca,
(2) perhitungan hasil usaha (income statement),
(3) Laporan arus kas (cash flow),
(4) catatan atas laporan keuangan
(5) Laporan perubahan kekayaan bersih sebagai laporan keuangan tambahan.
a)      Perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha berdasarkan perbandingan manfaat yang di terima oleh anggota dan bukan anggota.
b)      Laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-koperasi. Dalam hal terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut perlu memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu melakukan penilaian kembali. Dalam hal operasi mempunyai perusahaan dan unit-unit usaha yang berada di bawah satu pengelolaan, maka di susun laporan keuangan konsolidasi atau laporan keuangan gabungan.


Sumber : http://rinton.blogdetik.com

EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI ANGGOTA



1. EFEK-EFEK EKONOMIS KOPERASI
Salah satu hubungan penting koperasi adalah dengan para anggotanya, yang sekaligus sebagai pemilik dan pengguna jasa koperasi.
Motivasi ekonomi anggota sebagai pemilik dan anggota akan mempersoalkan dana (simpanan) yang telah diserahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang dan jasa, untuk tidaknya tergantung pelayanan koperasi.
>> Setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi
1. Jika kegiatan tersebut sesuai kebutuhannya
2. Jika pelayanan ditawarkan dengan harga, mutu dan syarat-syarat lebih menguntungkan disbanding dari pihak-pihak luar perusahaan
2. EFEK HARGA DAN EFEK BIAYA
Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi, sedangkan tingkat partisipasi anggota dipengaruhi oleh besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian dan normative. Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis,maksudnya insentif berupa pelayanan barang-jasa yang dilakukan koperasi secara efisien, atau adanya pengurangan biaya atau diperolehya harga menguntungkan serta penerimaan bagian SHU secara tunai maupun bentuk barang. Bila dilihat dari peranan anggota, maka setiap harga yang ditetapkan koperasi harus dibedakan antara harga unruk anggota dan harga non anggota, perbedaan ini megharuskan daya analisis yang lebih tajam dlam melihat koperasi dalam pasar yang bersaing.
3. ANALISIS HUB. EFEK EKONOMIS DENGAN KEBERHASILAN KOPERASI
Koperasi merupakan badan usaha ekonomi yang bertujuan untuk menigkatkan kesejahteraan hidup para anggotanya. Ditinjau dari konsep koperasi, fungsi laba tergantung pada besarnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota semakin tinggi manfaat yang terima oleh anggotanya.
Keberhasilan koperasi ditentukan salah satu faktornya adalah partisipasi anggota, partisipasi anggota sangat erat hubungannya dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang diperoleh oleh anggota koperasi.
4. PENYAJIAN DAN ANALISIS NERACA PELAYANAN
Bila suatu koperasi bisa lebih memenuhi pelayan yang sesui dengan kebutuhan anggotanya dibandingkan dengan pesaingnya, maka partisipasi anggota terhadap koperasi akan meningkat. Untuk lebih meningkatnkan pelayanannya kepada anggota koperasi membutuhkan informasi yang dating dari anggotanya sendiri.
Ada 2 faktor koperasi harus meningkatkan pelayanan kepada anggota koperasinya :
1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain
2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat dari perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan akan
SUMBER   :  POS KOTA